Arahan Dirjen Dukcapil dalam Workshop Pengembangan Kapasitas Aparatur Disdukcapil di Daerah


Prof. Zudan merekomendasikan berikan apa pun data penduduk yang dibutuhkan, misalnya penduduk yang meninggal, untuk dimasukkan dalam sistem data BPS. "Nah, setelah Sensus selesai Dukcapil akan dapat data balikan dari BPS. Sehingga akan banyak update data, akan banyak KK yang harus dicetak ulang, sebab yang meninggal dikeluarkan dari KK. Akan banyak penduduk yang baru, data pendidikan pasti ter-update, profil pekerjaan bakal ter-update," katanya lebih jelas.

Sebagai contoh, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah anggota DPD RI ternyata lebih dari 4 kali 34. "Sebab yang sudah tidak jadi anggota DPD belum mengganti KTP-el nya, belum update datanya. Anggota baru yang masuk juga belum mengganti sehingga belum tercatat," ungkap Zudan.

Begitu juga anggota DPR RI, jumlahnya lebih 560 orang. Ini lantaran yang sudah tidak terpilih KTP-nya masih tertulis anggota DPR, belum meng-update data. Yang sudah terpilih juga banyak yang belum mengganti elemen data KTP-elnya. Nah setelah sensus semuanya akan ter-update. 

Tugas pokok dan fungsi Dukcapil kini makin meluas. Dulu tugas utama Dukcapil memastikan layanan Adminduk berjalan dengan baik di dalam negeri. Sekarang, bertambah pelayanan adminduk di luar negeri. Ranah pelayanan Dukcapil bukan hanya di 34 provinsi dan 514 wilayah kabupaten/kota di dalam negeri, pelayanan Adminduk bagi WNI ada di perwakilan NKRI di 130 negara. 

"Tupoksi Dukcapil meluas. Di satu sisi berbagai lembaga tupoksinya mengecil, Dukcapil tupoksinya malah meluas. Sebab, salah satu urusan pemerintahan yang dilayani di luar negeri adalah Dukcapil. Urusan Dukcapil, bisa melayani WNI di luar negeri sepanjang waktu," ungkap Prof. Zudan.

Bahkan, bukan hanya itu, lanjut Prof. Zudan, tata kelola Dukcapil juga bertambah dan meluas. "Itu sebabnya pelayanan Dukcapil tidak bisa lagi dilakukan manual, harus bergeser menuju digital. Tahun ini dalam Rakornas ke-2 di Jakarta tanggal 25, 26, 27 November Dukcapil akan me-launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)," ungkap Prof. Zudan seraya mengajak hadirin para kepala Dinas Dukcapil agar ikut dalam rakornas tersebut.

Prof. Zudan mengungkapkan, ADM adalah mesin atau perangkat pelayanan cetak dokumen kependudukan. Layaknya ATM di bank, ADM dikembangkan untuk bisa mencetak 23 dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK, Akta Kelahiran, Surat Pindah, dll. ADM juga bisa ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti halnya ATM, misalnya di mall, perkantoran, rumah sakit, stasiun kereta, terminal, dll. Prinsipnya semudah mengambil uang ATM.

"Dinas Dukcapil boleh menambah tempat pelayanan di mana pun, karena sudah menerapkan tanda tangan digital maka dokumen kependudukan bisa di-approve dari manapun. Melalui ADM, cetak dokumen kependudukan di mall atau di mana pun bisa dilakukan. Silakan para Kadis Dukcapil berkreasi masing-masing," kata Zudan.

Prof. Zudan juga mengungkapkan segera meluncurkan ADM yang prinsipnya sama dengan ATM. Warga bisa memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan semudah mengambil uang di ATM.

Prof. Zudan mengingatkan jajarannya terkait dokumen kependudukan, cetaknya blangkonya jangan banyak-banyak. Dia meminta kertas security untuk blangko akta lahir, mati, kawin, cerai, KK jangan dicetak banyak, tetapi secukupnya saja. "Sebab mulai tahun depan semua dokumen kependudukan dicetak dengan menggunakan kertas HVS biasa. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bagaimana bila masih banyak? Kita beri waktu sampai 31 Juni 2020, silakan sambil dihabiskan," kata dia.

"Itu nanti kertasnya satu slot, semua dokumen kependudukan dicetak dengan kertas putih HVS. Jenis kertasnya nanti ada ketentuannya, ukurannya A4 atau lainnya, berat gramnya sudah standar. Dukcapil bertransformasi di sini. Jadi Dukcapil Go Digital itu transformasinya adalah efisiensi, efektivitas dan memudahkan kerja Dukcapil. Tidak ada lagi istilah blangko habis, karena dicetak pakai kertas putih biasa," paparnya lebih jelas lagi.

Selama 4 tahun berjalan jajaran Dukcapil tetap setia dengan jargon pelayanan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Awalnya, tahun 2015 Ditjen Dukcapil membangun sistem Adminduk dengan target tertib Adminduk. 

"Sekarang ini cakupan akta kelahiran sudah mencapai 91 persen, kita anggap itu sudah tertib Adminduk. Cakupan perekaman KTP-el 98,78 persen tinggal 1,2 persen lagi. Kita anggap sudah tertib Adminduk. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau SIAK kita sudah semakin rapi. Jadi boleh dikatakan tertib adminduk sudah tercapai," tutur Dirjen Dukcapil.

Namun Prof. Zudan menandaskan, tidak berhenti sampai di situ. "Setelah tertib Adminduk tercapai, tak bosan-bosan saya mengingatkan yang menjadi semangat pelayanan Dukcapil di seluruh belahan dunia adalah penyelenggarakan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Inilah yang masih terus kita benahi," ujarnya.

Untuk itu Prof. Zudan mengharapkan para Kadis Dukcapil menggelar survei tingkat kepuasan masyarakat (public satisfaction) atas layanan Dukcapil setiap 6 bulan sekali. "Lakukanlah survei di bulan Juni dan Desember. Survei sampling saja," kata dia.

Selanjutnya, Prof. Zudan tak lupa memaparkan bagaimana caranya jajaran Dukcapil menggapai tujuan membahagiakan masyarakat dengan layanannya, sembari terus mencermati apa yang masih kurang dari pelayanan Dukcapil.

Sumber: 
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/305/sensus-penduduk-2020-wujudkan-data-kependudukan-untuk-indonesia-yang-lebih-baik
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/302/anjungan-dukcapil-mandiri-segera-hadir-cetak-dokumen-kependudukan-semudah-datang-ke-atm
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/303/tingkatkan-kualitas-layanan-dirjen-perintahkan-jajaran-dukcapil-gelar-survei-kepuasan-masyarakat
" class="summernote" data-plugin-summernote data-plugin-options='{ "height": 530}'>mulai
Jakarta Jakarta (08-11-2019 12:47:32) - Jajaran Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dinilai sudah menuntaskan 14 langkah besar menuju pelayanan yang membahagiakan masyarakat. Hanya saja, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan ada dua agenda besar yang harus dicermati di tahun 2020. 

"Secara nasional pekerjaan kita relatif sudah selesai, tapi kita memiliki dua pekerjaan besar. Yaitu Pilkada Serentak, dan mendukung habis Badan Pusat Stastistik, BPS untuk melakukan Sensus Penduduk 2020," kata Prof. Zudan di hadapan para Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil yang hadir dalam Workshop Pengembangan Kapasitas Aparatur Disdukcapil di Daerah, bertema: SDM Unggul Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Prima, di Jakarta, Kamis (7/11/2019) malam.

Prof. Zudan pun memerintahkan para Kadis Dukcapil agar berkoordinasi dengan BPS setempat di wilayah masing-masing. "Lihat apa saja data yang kurang, kita akan melakukan pemutakhiran berkelanjutan melalui Sensus Penduduk 2020. Kalau BPS minta data apa pun, berikan saja," tegasnya. 

Prof. Zudan merekomendasikan berikan apa pun data penduduk yang dibutuhkan, misalnya penduduk yang meninggal, untuk dimasukkan dalam sistem data BPS. "Nah, setelah Sensus selesai Dukcapil akan dapat data balikan dari BPS. Sehingga akan banyak update data, akan banyak KK yang harus dicetak ulang, sebab yang meninggal dikeluarkan dari KK. Akan banyak penduduk yang baru, data pendidikan pasti ter-update, profil pekerjaan bakal ter-update," katanya lebih jelas.

Sebagai contoh, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah anggota DPD RI ternyata lebih dari 4 kali 34. "Sebab yang sudah tidak jadi anggota DPD belum mengganti KTP-el nya, belum update datanya. Anggota baru yang masuk juga belum mengganti sehingga belum tercatat," ungkap Zudan.

Begitu juga anggota DPR RI, jumlahnya lebih 560 orang. Ini lantaran yang sudah tidak terpilih KTP-nya masih tertulis anggota DPR, belum meng-update data. Yang sudah terpilih juga banyak yang belum mengganti elemen data KTP-elnya. Nah setelah sensus semuanya akan ter-update. 

Tugas pokok dan fungsi Dukcapil kini makin meluas. Dulu tugas utama Dukcapil memastikan layanan Adminduk berjalan dengan baik di dalam negeri. Sekarang, bertambah pelayanan adminduk di luar negeri. Ranah pelayanan Dukcapil bukan hanya di 34 provinsi dan 514 wilayah kabupaten/kota di dalam negeri, pelayanan Adminduk bagi WNI ada di perwakilan NKRI di 130 negara. 

"Tupoksi Dukcapil meluas. Di satu sisi berbagai lembaga tupoksinya mengecil, Dukcapil tupoksinya malah meluas. Sebab, salah satu urusan pemerintahan yang dilayani di luar negeri adalah Dukcapil. Urusan Dukcapil, bisa melayani WNI di luar negeri sepanjang waktu," ungkap Prof. Zudan.

Bahkan, bukan hanya itu, lanjut Prof. Zudan, tata kelola Dukcapil juga bertambah dan meluas. "Itu sebabnya pelayanan Dukcapil tidak bisa lagi dilakukan manual, harus bergeser menuju digital. Tahun ini dalam Rakornas ke-2 di Jakarta tanggal 25, 26, 27 November Dukcapil akan me-launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)," ungkap Prof. Zudan seraya mengajak hadirin para kepala Dinas Dukcapil agar ikut dalam rakornas tersebut.

Prof. Zudan mengungkapkan, ADM adalah mesin atau perangkat pelayanan cetak dokumen kependudukan. Layaknya ATM di bank, ADM dikembangkan untuk bisa mencetak 23 dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK, Akta Kelahiran, Surat Pindah, dll. ADM juga bisa ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti halnya ATM, misalnya di mall, perkantoran, rumah sakit, stasiun kereta, terminal, dll. Prinsipnya semudah mengambil uang ATM.

"Dinas Dukcapil boleh menambah tempat pelayanan di mana pun, karena sudah menerapkan tanda tangan digital maka dokumen kependudukan bisa di-approve dari manapun. Melalui ADM, cetak dokumen kependudukan di mall atau di mana pun bisa dilakukan. Silakan para Kadis Dukcapil berkreasi masing-masing," kata Zudan.

Prof. Zudan juga mengungkapkan segera meluncurkan ADM yang prinsipnya sama dengan ATM. Warga bisa memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan semudah mengambil uang di ATM.

Prof. Zudan mengingatkan jajarannya terkait dokumen kependudukan, cetaknya blangkonya jangan banyak-banyak. Dia meminta kertas security untuk blangko akta lahir, mati, kawin, cerai, KK jangan dicetak banyak, tetapi secukupnya saja. "Sebab mulai tahun depan semua dokumen kependudukan dicetak dengan menggunakan kertas HVS biasa. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bagaimana bila masih banyak? Kita beri waktu sampai 31 Juni 2020, silakan sambil dihabiskan," kata dia.

"Itu nanti kertasnya satu slot, semua dokumen kependudukan dicetak dengan kertas putih HVS. Jenis kertasnya nanti ada ketentuannya, ukurannya A4 atau lainnya, berat gramnya sudah standar. Dukcapil bertransformasi di sini. Jadi Dukcapil Go Digital itu transformasinya adalah efisiensi, efektivitas dan memudahkan kerja Dukcapil. Tidak ada lagi istilah blangko habis, karena dicetak pakai kertas putih biasa," paparnya lebih jelas lagi.

Selama 4 tahun berjalan jajaran Dukcapil tetap setia dengan jargon pelayanan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Awalnya, tahun 2015 Ditjen Dukcapil membangun sistem Adminduk dengan target tertib Adminduk. 

"Sekarang ini cakupan akta kelahiran sudah mencapai 91 persen, kita anggap itu sudah tertib Adminduk. Cakupan perekaman KTP-el 98,78 persen tinggal 1,2 persen lagi. Kita anggap sudah tertib Adminduk. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau SIAK kita sudah semakin rapi. Jadi boleh dikatakan tertib adminduk sudah tercapai," tutur Dirjen Dukcapil.

Namun Prof. Zudan menandaskan, tidak berhenti sampai di situ. "Setelah tertib Adminduk tercapai, tak bosan-bosan saya mengingatkan yang menjadi semangat pelayanan Dukcapil di seluruh belahan dunia adalah penyelenggarakan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Inilah yang masih terus kita benahi," ujarnya.

Untuk itu Prof. Zudan mengharapkan para Kadis Dukcapil menggelar survei tingkat kepuasan masyarakat (public satisfaction) atas layanan Dukcapil setiap 6 bulan sekali. "Lakukanlah survei di bulan Juni dan Desember. Survei sampling saja," kata dia.

Selanjutnya, Prof. Zudan tak lupa memaparkan bagaimana caranya jajaran Dukcapil menggapai tujuan membahagiakan masyarakat dengan layanannya, sembari terus mencermati apa yang masih kurang dari pelayanan Dukcapil.

Sumber: 
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/305/sensus-penduduk-2020-wujudkan-data-kependudukan-untuk-indonesia-yang-lebih-baik
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/302/anjungan-dukcapil-mandiri-segera-hadir-cetak-dokumen-kependudukan-semudah-datang-ke-atm
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/303/tingkatkan-kualitas-layanan-dirjen-perintahkan-jajaran-dukcapil-gelar-survei-kepuasan-masyarakat
" class="summernote" data-plugin-summernote data-plugin-options='{ "height": 530}'>mulai

Prof. Zudan pun memerintahkan para Kadis Dukcapil agar berkoordinasi dengan BPS setempat di wilayah masing-masing. "Lihat apa saja data yang kurang, kita akan melakukan pemutakhiran berkelanjutan melalui Sensus Penduduk 2020. Kalau BPS minta data apa pun, berikan saja," tegasnya. 

Prof. Zudan merekomendasikan berikan apa pun data penduduk yang dibutuhkan, misalnya penduduk yang meninggal, untuk dimasukkan dalam sistem data BPS. "Nah, setelah Sensus selesai Dukcapil akan dapat data balikan dari BPS. Sehingga akan banyak update data, akan banyak KK yang harus dicetak ulang, sebab yang meninggal dikeluarkan dari KK. Akan banyak penduduk yang baru, data pendidikan pasti ter-update, profil pekerjaan bakal ter-update," katanya lebih jelas.

Sebagai contoh, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah anggota DPD RI ternyata lebih dari 4 kali 34. "Sebab yang sudah tidak jadi anggota DPD belum mengganti KTP-el nya, belum update datanya. Anggota baru yang masuk juga belum mengganti sehingga belum tercatat," ungkap Zudan.

Begitu juga anggota DPR RI, jumlahnya lebih 560 orang. Ini lantaran yang sudah tidak terpilih KTP-nya masih tertulis anggota DPR, belum meng-update data. Yang sudah terpilih juga banyak yang belum mengganti elemen data KTP-elnya. Nah setelah sensus semuanya akan ter-update. 

Tugas pokok dan fungsi Dukcapil kini makin meluas. Dulu tugas utama Dukcapil memastikan layanan Adminduk berjalan dengan baik di dalam negeri. Sekarang, bertambah pelayanan adminduk di luar negeri. Ranah pelayanan Dukcapil bukan hanya di 34 provinsi dan 514 wilayah kabupaten/kota di dalam negeri, pelayanan Adminduk bagi WNI ada di perwakilan NKRI di 130 negara. 

"Tupoksi Dukcapil meluas. Di satu sisi berbagai lembaga tupoksinya mengecil, Dukcapil tupoksinya malah meluas. Sebab, salah satu urusan pemerintahan yang dilayani di luar negeri adalah Dukcapil. Urusan Dukcapil, bisa melayani WNI di luar negeri sepanjang waktu," ungkap Prof. Zudan.

Bahkan, bukan hanya itu, lanjut Prof. Zudan, tata kelola Dukcapil juga bertambah dan meluas. "Itu sebabnya pelayanan Dukcapil tidak bisa lagi dilakukan manual, harus bergeser menuju digital. Tahun ini dalam Rakornas ke-2 di Jakarta tanggal 25, 26, 27 November Dukcapil akan me-launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)," ungkap Prof. Zudan seraya mengajak hadirin para kepala Dinas Dukcapil agar ikut dalam rakornas tersebut.

Prof. Zudan mengungkapkan, ADM adalah mesin atau perangkat pelayanan cetak dokumen kependudukan. Layaknya ATM di bank, ADM dikembangkan untuk bisa mencetak 23 dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK, Akta Kelahiran, Surat Pindah, dll. ADM juga bisa ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti halnya ATM, misalnya di mall, perkantoran, rumah sakit, stasiun kereta, terminal, dll. Prinsipnya semudah mengambil uang ATM.

"Dinas Dukcapil boleh menambah tempat pelayanan di mana pun, karena sudah menerapkan tanda tangan digital maka dokumen kependudukan bisa di-approve dari manapun. Melalui ADM, cetak dokumen kependudukan di mall atau di mana pun bisa dilakukan. Silakan para Kadis Dukcapil berkreasi masing-masing," kata Zudan.

Prof. Zudan juga mengungkapkan segera meluncurkan ADM yang prinsipnya sama dengan ATM. Warga bisa memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan semudah mengambil uang di ATM.

Prof. Zudan mengingatkan jajarannya terkait dokumen kependudukan, cetaknya blangkonya jangan banyak-banyak. Dia meminta kertas security untuk blangko akta lahir, mati, kawin, cerai, KK jangan dicetak banyak, tetapi secukupnya saja. "Sebab mulai tahun depan semua dokumen kependudukan dicetak dengan menggunakan kertas HVS biasa. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bagaimana bila masih banyak? Kita beri waktu sampai 31 Juni 2020, silakan sambil dihabiskan," kata dia.

"Itu nanti kertasnya satu slot, semua dokumen kependudukan dicetak dengan kertas putih HVS. Jenis kertasnya nanti ada ketentuannya, ukurannya A4 atau lainnya, berat gramnya sudah standar. Dukcapil bertransformasi di sini. Jadi Dukcapil Go Digital itu transformasinya adalah efisiensi, efektivitas dan memudahkan kerja Dukcapil. Tidak ada lagi istilah blangko habis, karena dicetak pakai kertas putih biasa," paparnya lebih jelas lagi.

Selama 4 tahun berjalan jajaran Dukcapil tetap setia dengan jargon pelayanan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Awalnya, tahun 2015 Ditjen Dukcapil membangun sistem Adminduk dengan target tertib Adminduk. 

"Sekarang ini cakupan akta kelahiran sudah mencapai 91 persen, kita anggap itu sudah tertib Adminduk. Cakupan perekaman KTP-el 98,78 persen tinggal 1,2 persen lagi. Kita anggap sudah tertib Adminduk. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau SIAK kita sudah semakin rapi. Jadi boleh dikatakan tertib adminduk sudah tercapai," tutur Dirjen Dukcapil.

Namun Prof. Zudan menandaskan, tidak berhenti sampai di situ. "Setelah tertib Adminduk tercapai, tak bosan-bosan saya mengingatkan yang menjadi semangat pelayanan Dukcapil di seluruh belahan dunia adalah penyelenggarakan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Inilah yang masih terus kita benahi," ujarnya.

Untuk itu Prof. Zudan mengharapkan para Kadis Dukcapil menggelar survei tingkat kepuasan masyarakat (public satisfaction) atas layanan Dukcapil setiap 6 bulan sekali. "Lakukanlah survei di bulan Juni dan Desember. Survei sampling saja," kata dia.

Selanjutnya, Prof. Zudan tak lupa memaparkan bagaimana caranya jajaran Dukcapil menggapai tujuan membahagiakan masyarakat dengan layanannya, sembari terus mencermati apa yang masih kurang dari pelayanan Dukcapil.

Sumber: 
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/305/sensus-penduduk-2020-wujudkan-data-kependudukan-untuk-indonesia-yang-lebih-baik
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/302/anjungan-dukcapil-mandiri-segera-hadir-cetak-dokumen-kependudukan-semudah-datang-ke-atm
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/303/tingkatkan-kualitas-layanan-dirjen-perintahkan-jajaran-dukcapil-gelar-survei-kepuasan-masyarakat
" class="summernote" data-plugin-summernote data-plugin-options='{ "height": 530}'>mulai
Jakarta Jakarta (08-11-2019 12:47:32) - Jajaran Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dinilai sudah menuntaskan 14 langkah besar menuju pelayanan yang membahagiakan masyarakat. Hanya saja, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan ada dua agenda besar yang harus dicermati di tahun 2020. 

"Secara nasional pekerjaan kita relatif sudah selesai, tapi kita memiliki dua pekerjaan besar. Yaitu Pilkada Serentak, dan mendukung habis Badan Pusat Stastistik, BPS untuk melakukan Sensus Penduduk 2020," kata Prof. Zudan di hadapan para Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil yang hadir dalam Workshop Pengembangan Kapasitas Aparatur Disdukcapil di Daerah, bertema: SDM Unggul Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Prima, di Jakarta, Kamis (7/11/2019) malam.

Prof. Zudan pun memerintahkan para Kadis Dukcapil agar berkoordinasi dengan BPS setempat di wilayah masing-masing. "Lihat apa saja data yang kurang, kita akan melakukan pemutakhiran berkelanjutan melalui Sensus Penduduk 2020. Kalau BPS minta data apa pun, berikan saja," tegasnya. 

Prof. Zudan merekomendasikan berikan apa pun data penduduk yang dibutuhkan, misalnya penduduk yang meninggal, untuk dimasukkan dalam sistem data BPS. "Nah, setelah Sensus selesai Dukcapil akan dapat data balikan dari BPS. Sehingga akan banyak update data, akan banyak KK yang harus dicetak ulang, sebab yang meninggal dikeluarkan dari KK. Akan banyak penduduk yang baru, data pendidikan pasti ter-update, profil pekerjaan bakal ter-update," katanya lebih jelas.

Sebagai contoh, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah anggota DPD RI ternyata lebih dari 4 kali 34. "Sebab yang sudah tidak jadi anggota DPD belum mengganti KTP-el nya, belum update datanya. Anggota baru yang masuk juga belum mengganti sehingga belum tercatat," ungkap Zudan.

Begitu juga anggota DPR RI, jumlahnya lebih 560 orang. Ini lantaran yang sudah tidak terpilih KTP-nya masih tertulis anggota DPR, belum meng-update data. Yang sudah terpilih juga banyak yang belum mengganti elemen data KTP-elnya. Nah setelah sensus semuanya akan ter-update. 

Tugas pokok dan fungsi Dukcapil kini makin meluas. Dulu tugas utama Dukcapil memastikan layanan Adminduk berjalan dengan baik di dalam negeri. Sekarang, bertambah pelayanan adminduk di luar negeri. Ranah pelayanan Dukcapil bukan hanya di 34 provinsi dan 514 wilayah kabupaten/kota di dalam negeri, pelayanan Adminduk bagi WNI ada di perwakilan NKRI di 130 negara. 

"Tupoksi Dukcapil meluas. Di satu sisi berbagai lembaga tupoksinya mengecil, Dukcapil tupoksinya malah meluas. Sebab, salah satu urusan pemerintahan yang dilayani di luar negeri adalah Dukcapil. Urusan Dukcapil, bisa melayani WNI di luar negeri sepanjang waktu," ungkap Prof. Zudan.

Bahkan, bukan hanya itu, lanjut Prof. Zudan, tata kelola Dukcapil juga bertambah dan meluas. "Itu sebabnya pelayanan Dukcapil tidak bisa lagi dilakukan manual, harus bergeser menuju digital. Tahun ini dalam Rakornas ke-2 di Jakarta tanggal 25, 26, 27 November Dukcapil akan me-launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)," ungkap Prof. Zudan seraya mengajak hadirin para kepala Dinas Dukcapil agar ikut dalam rakornas tersebut.

Prof. Zudan mengungkapkan, ADM adalah mesin atau perangkat pelayanan cetak dokumen kependudukan. Layaknya ATM di bank, ADM dikembangkan untuk bisa mencetak 23 dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK, Akta Kelahiran, Surat Pindah, dll. ADM juga bisa ditempatkan di lokasi-lokasi keramaian seperti halnya ATM, misalnya di mall, perkantoran, rumah sakit, stasiun kereta, terminal, dll. Prinsipnya semudah mengambil uang ATM.

"Dinas Dukcapil boleh menambah tempat pelayanan di mana pun, karena sudah menerapkan tanda tangan digital maka dokumen kependudukan bisa di-approve dari manapun. Melalui ADM, cetak dokumen kependudukan di mall atau di mana pun bisa dilakukan. Silakan para Kadis Dukcapil berkreasi masing-masing," kata Zudan.

Prof. Zudan juga mengungkapkan segera meluncurkan ADM yang prinsipnya sama dengan ATM. Warga bisa memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan semudah mengambil uang di ATM.

Prof. Zudan mengingatkan jajarannya terkait dokumen kependudukan, cetaknya blangkonya jangan banyak-banyak. Dia meminta kertas security untuk blangko akta lahir, mati, kawin, cerai, KK jangan dicetak banyak, tetapi secukupnya saja. "Sebab mulai tahun depan semua dokumen kependudukan dicetak dengan menggunakan kertas HVS biasa. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bagaimana bila masih banyak? Kita beri waktu sampai 31 Juni 2020, silakan sambil dihabiskan," kata dia.

"Itu nanti kertasnya satu slot, semua dokumen kependudukan dicetak dengan kertas putih HVS. Jenis kertasnya nanti ada ketentuannya, ukurannya A4 atau lainnya, berat gramnya sudah standar. Dukcapil bertransformasi di sini. Jadi Dukcapil Go Digital itu transformasinya adalah efisiensi, efektivitas dan memudahkan kerja Dukcapil. Tidak ada lagi istilah blangko habis, karena dicetak pakai kertas putih biasa," paparnya lebih jelas lagi.

Selama 4 tahun berjalan jajaran Dukcapil tetap setia dengan jargon pelayanan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Awalnya, tahun 2015 Ditjen Dukcapil membangun sistem Adminduk dengan target tertib Adminduk. 

"Sekarang ini cakupan akta kelahiran sudah mencapai 91 persen, kita anggap itu sudah tertib Adminduk. Cakupan perekaman KTP-el 98,78 persen tinggal 1,2 persen lagi. Kita anggap sudah tertib Adminduk. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau SIAK kita sudah semakin rapi. Jadi boleh dikatakan tertib adminduk sudah tercapai," tutur Dirjen Dukcapil.

Namun Prof. Zudan menandaskan, tidak berhenti sampai di situ. "Setelah tertib Adminduk tercapai, tak bosan-bosan saya mengingatkan yang menjadi semangat pelayanan Dukcapil di seluruh belahan dunia adalah penyelenggarakan Adminduk yang membahagiakan masyarakat. Inilah yang masih terus kita benahi," ujarnya.

Untuk itu Prof. Zudan mengharapkan para Kadis Dukcapil menggelar survei tingkat kepuasan masyarakat (public satisfaction) atas layanan Dukcapil setiap 6 bulan sekali. "Lakukanlah survei di bulan Juni dan Desember. Survei sampling saja," kata dia.

Selanjutnya, Prof. Zudan tak lupa memaparkan bagaimana caranya jajaran Dukcapil menggapai tujuan membahagiakan masyarakat dengan layanannya, sembari terus mencermati apa yang masih kurang dari pelayanan Dukcapil.

Sumber: 
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/305/sensus-penduduk-2020-wujudkan-data-kependudukan-untuk-indonesia-yang-lebih-baik
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/302/anjungan-dukcapil-mandiri-segera-hadir-cetak-dokumen-kependudukan-semudah-datang-ke-atm
https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/303/tingkatkan-kualitas-layanan-dirjen-perintahkan-jajaran-dukcapil-gelar-survei-kepuasan-masyarakat